Belanda Part 1 (persiapan)

Hore! Setelah ada sounding awal di bulan Januari, di bulan Ferbuari resmi dapat tugas dari kantor untuk ke Amsterdam bulan Mei 2009. Saya ditugaskan untuk pergi dengan satu orang teman kantor, GM bagian publishing. Disana kami akan meeting dengan klien, prospective klien, seorang profesor di Leiden, dan bonusnya sekalian jalan-jalan. Langsung deh sibuk browsing2 harga tiket, hotel, dan syarat2 pembuatan visa.

Hotel
Setelah browsing kanan kiri dengan pertimbangan harga & lokasi akhirnya terpilihlah Amsterdam Ibis Centre. Lokasi sangat strategis, tepat di sebelah stasiun kereta Amsterdam Central. Kamarnya sih mungil, tapi cari makan & transport gampang. Bulan saya April langsung booking via website accor dan dapat harga 1,281 euro untuk 8 Malam. Tapi seminggu sebelum berangkat saya iseng cek lagi ternyata malah jadi 1,033 euro. Lansung aja deh booking baru dan yg lama dicancel.
Semua staff hotel lancar bahasa Inggris & helpful. Di lobby ada komputer untuk internetan pakai coin. Di kamar juga ada wifi tapi prepaid beli pakai credit card.
Dari hotel mau ke china town, museum2, pertokoan, dll tinggal jalan kaki. Enak loh jalan kaki disini, trotoarnya lebar.

Hotel Ibis

Hotel Ibis Amsterdam Centre

Kamar Ibis copy

Standard room di Ibis

Jendela hotel

Pemandangan dari jendela kamar

Pesawat
Pertama lirik-lirik KLM karena ada harga promo, tiba-tiba di koran ada iklan singapore airlines dan jatuhnya lebih murah, tapi sales period cuma 3 hari. Sempat ragu-ragu sih, bagaimana kalau sudah beli tiket tapi tidak dapat visa. Setelah kontak kantor singapore airlines ternyata bisa cancel kalau tidak dapat visa dan hanya dikenakan sedikit biaya administrasi. Akhirnya saya booking singapore airlines US$ 877 per orang. Kata beberapa orang SQ kursinya lebih lega dari KLM. Karena perjalanan panjang dan overnight, setiap penumpang mendapat selimut, kaus kaki tidur dan sikat gigi. Snack dan minuman juga dapat diminta setiap saat ke pramugarinya. Yang paling menolong untuk melewati waktu di pesawat adalah puluhan film yang dapat dipilih untuk kita tonton.

Visa
Visa ke Belanda menggunakan schengen visa yang berlaku untuk beberapa negara lain di Eropa. Syarat2 pembuatan visa bisa dilihat disini http://www.mfa.nl/jak-id/urusan_konsuler/visa/kunjungan_singkat

Setelah mempelajari syarat pembuatan visa, dokumen segera saya siapkan. tapi teman kantor saya yang ikut pergi ternyata belum punya paspor. Disuruhlah dia oleh boss untuk buat paspor dari awal Maret. Karena di surat undangan dari perusahaan klien di Belanda butuh no paspor, surat itu belum bisa mereka kirim ke Jakarta.
Saya sih maunya dokumen semua cepat beres jadi bisa urus visa secepat mungkin. Awal April saya tanyain ternyata dia masih belum buat paspor. Ampun deh. Saya langsung lapor boss dan dia disuruh untuk buat paspor besok.
Setelah seminggu saya tanya lagi katanya paspornya belum jadi. Sudah 2 minggu juga belum jadi, padahal pakai calo. Akhirnya lapor boss lagi dan dia disuruh ke kantor imigrasi lagi untuk pastikan paspornya selesai. Akhirnya menjelang akhir April baru selesai paspornya
Pembuatan pas foto harus mengikuti standar ketentuan dari mereka, jangan sampai permohonan ditolak karena masalah foto. Sewaktu telepon minta informasi tentang pembuatan visa ke kedutaan, mereka dapat memberikan referensi tempat pembuatan pas foto yang sudah biasa untuk memenuhi standar mereka.

Setelah bolak-balik korespondensi dengan dua perusahaan klien di belanda akhirnya tiba juga surat undangan dari perusahaan di belanda yang jadi salah satu syarat untuk business visit. Suratnya tiba 3 minggu sebelum tanggal keberangkatan.
Langsung dengan semangat 45 saya menelpon ke kedubes Belanda untuk janji wawancara pembuatan visa dan diberi jadwal 11 Mei, padahal tiket tanggal 17 Mei
dan proses visa itu butuh 10 hari kerja. Sudah lemes rasanya. Untung setelah minta-minta tolong ke Ibu yang terima pendaftaran wawancara visa dengan menjelaskan ada jadwal meeting penting disana dan tiket sudah dibeli, akhirnya bisa dapat jadwal tanggal 4 Mei. Diwanti-wanti lain kali jangan mepet dan jangan sampai ada dokumen yang tidak lengkap karena waktunya mepet sekali. (Terima kasih banyak Bu!)

Tanggal 4 Mei pagi-pagi datang ke kedubes Belanda di rasuna said. Setelah diperiksa di daftar pelamar visa oleh satpam, kami diijinkan masuk. Sebelum masuk gedung semua bawaan termasuk HP harus dimasukan ke loker, jadi hanya bawa dokumen aplikasi visa saja ke dalam gedung. Setelah ambil nomor antrian, kami duduk manis menunggu giliran, ada 3 counter yang melayani wawancara visa. Kami lihat orang2 sebelum kami perlu 15-25 menit untuk wawancara dan pemeriksaan dokumen. Waktu tiba giliran kami, petugasnya melihat cap paspor sudah pernah kemana saja (untung tidak pernah ke negara yang masuk blacklist), tanya akan menginap dimana, cek tiket pesawat, cek undangan meeting dari perusahaan di Belanda, cek kelengkapan pengisian form aplikasi. Tidak sampai 10 menit kami disuruh duduk kembali. Tidak lama kemudian kami dipanggil lagi dan diberi struck untuk pengambilan paspor dan visa tanggal 15 Mei. Hore! Tanggal 15 Mei teman saya pergi ke Kedubes untuk mengambil paspor dan visa. Untuk pengambilan tidak perlu datang berdua, dapat diwakili oleh satu orang. Senang rasanya melihat visa itu sudah ditempel di paspor saya.

Persiapan akhir
Setelah wawancara visa beres langsung re-confirm meeting dengan 2 perusahaan klien disana dan dengan Profesor dari Leiden untuk minta bahan tentang sejarah Kapiten Souw Beng Kong (sekalian urusan yayasan deh). Sempat cek jadwal, harga tiket, dan lama perjalanan kereta karena ada 2 janji di kota yang berbeda yang jatuh pada hari yang sama. Untung sistem informasi kereta di belanda sangat jelas, jadi bisa buat janji dengan yakin, padahal perjalanan antar kotanya cukup lama. Info kereta ada di http://www.raileurope-world.com
Setelah urusan kerjaan beres, baru urusan jalan-jalan. Browsing dulu tempat mana saja yang mau dikunjungi, harga tiket dan jam operasi. Target utama adalah Keukenhof dan Ajax stadium. Untuk ke Keukenhof harus cek dulu di website mereka http://www.keukenhof.nl/ karena mereka tidak buka sepanjang tahun. Untuk 2009 mereka buka 19 Maret sampai 21 Mei 2009. Untung masih kebagian. Sedikit lagi sudah tutup deh.

Cerita tentang selama di Belanda yaitu transprotasi & informasi, tempat wisata, makanan & belanja ada di segment berikutnya ya.

Dalam serial ini :

Belanda Part 2 (Transportasi & informasi) https://djax.wordpress.com/2009/11/11/belanda-part-2-transportasi-informasi/

Belanda Part 3 (Jalan-jalan) https://djax.wordpress.com/2009/11/28/belanda-part-3-jalan-jalan/

Belanda Part 4 (Makanan) https://djax.wordpress.com/2009/12/07/belanda-part-4-makanan/

Belanda Part 5 (Shopping oleh-oleh) https://djax.wordpress.com/2009/12/11/belanda-part-5-shopping-oleh-oleh/

2 Responses to Belanda Part 1 (persiapan)

  1. lala says:

    siang mas…

    share dunk, sekarang ini saya sedang mengajukan visa (mungkin sedang diproses) saya dikasih jadwal datang kembali setelah wawancara tgl 24 februari ini sedangkan saya pergi ke amsterdam tgl 27 februari 2011.
    yang saya mau tanya, setelah wawancara untuk mendapatkan info visa kita disetujui atau tidak kita tlp dulu atau tidak??

    thank
    lala

    • djax12 says:

      Waktu saya mengajukan visa, selesai wawancara langsung dikatakan bahwa paspor dan visa bisa diambil setelah 10 hari kerja dan jangan lupa sewaktu pengambilan visa membawa bukti asuransi perjalanan. Saya waktu itu diberikan struck sebagai tanda bukti untuk pengambilan paspor + visa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: