Belanda Part 3 (Jalan-Jalan)

Walaupun kunjungan ke Belanda dalam rangka kerja tentu saja sekaligus dimanfaatkan untuk jalan-jalan. Beberapa tempat yang sempat saya kunjungi antara lain :

Keukenhof
Taman bunga yang sangat luas di Lisse, kurang lebih 1 jam dari Amsterdam dengan bus. Taman ini hanya buka selama 2 bulan dalam satu tahun, jadi kalau memang berniat ke tempat ini harus rencanakan dan atur jadwal dulu. Di tahun 2009 taman ini buka tanggal 19 Maret sampai 21 Mei 2009. Taman ini mempunyai area outdoor dan indoor (rumah kaca). Ada berbagai macam bunga, namun sasaran utama untuk foto tentu saja bunga tulip yang ada dalam beragam warna.

Beragam bunga di Keukenhof

Keukenhof

Tiket masuk dan tiket bus saya beli di Amsterdam Tourist Office. Bus menuju Keukenhof berangkat dari terminal bus di bandara Schipol.
Saya mengunjungi taman ini beberapa hari sebelum mereka tutup dan karena itu sudah ada beberapa bagian taman yang sudah layu dan dipangkas. Taman ini luasnya luar biasa, kalau memang niat dikelilingi semuanya akan memakan waktu satu hari penuh.
Selain bunga ada juga miniatur peternakana dengan hewan-hewannya, danau yang dipenuhi dengan bebek dan angsa, dan kincir angin.
Di tempat ini ada beberapa toko souvenir, tapi sebaiknya membeli souvenir di Amsterdam saja, barangnya sama dengan harga yang jauh lebih murah.
Jika lelah dan lapar, ada cukup banyak restoran dan kedai makanan dengan beragam harga sesuai budget.

Zaanse Schaan
Ditempuh dengan naik kereta atau bus dari amsterdam dan dilanjutkan dengan kapal kecil (gratis) menyeberangi sungai.
Walaupun pada umumnya cukup tertib, namun karena tidak ada tali pembatas antrian, ada saja beberapa orang yang memotong antrian naik kapal ini. Harusnya sih mereka malu ya, sudah memotong antrian ternyata naik satu kapal juga dengan yang diselak.

Zaanse Schaan

Disini ada beberapa rumah tradisional belanda yang dapat kita lihat bagian dalamnya. Ada beberapa kincir angin yang masih berfungsi (ada yang untuk menggiling kacang, membuat pewarna kain, dll) dan kita dapat masuk juga ke dalamnya. Ada juga beberapa museum lain. Harga tiket dapat berupa terusan untuk semua museum dan kincir angin, atau bisa juga per atraksi. Saya sih menyarankan lebih baik per atraksi saja jika hanya sekedar ingin tahu lihat 1 kincir angin dan beberapa museum.
Pemandangan di tempat ini sangat bagus, namun lokasinya tidak terlalu besar, tidak sampai setengah hari saya sudah puas menjelajahi tempat ini.

Amsterdam Arena
Bagi penggemar olahraga tentu saja kunjungan ke Amsterdam Arena merupakan hal yang wajib. Stadion ini mempunyai stasiun kereta khusus. Jika hanya ingin sekedar foto-foto diluar stadion dan berbelanja di Ajax fans shop kita tidak usah membeli tiket. Tetapi karena ingin melihat bagian dalam stadion dan “menginjak” lapangan ajax, maka saya ikut tour “world of ajax”. Pendaftaran langsung di dalam stadion beberapa waktu sebelum tour dimulai.

Tour diawali dengan naik eskalator ke lingkar dalam stadion dan langsung ke pinggir lapangan. Kita dapat mengambil foto sendiri atau meminta fotografer profesional ajax untuk membuat foto kita. Spot terbaik untuk foto tentu saja dikuasai sang fotografer tersebut. Setelah itu kami diajak ke ruang control stadion. Disini ada tempat duduk komentator televisi, tempat operator papan score, polisi untuk mengawasi fans, dan paramedik. Setelah itu kami diajak ke ruang konferensi pers. Boleh foto-foto juga di meja konferensi pers (pura-pura jadi manajer ajax). Kami juga melihat dari atas lapangan latihan ajax yang terletak di sebelah stadion utama. Ada dua lapangan untuk latihan, rumput asli dan sintetis. Lapangan latihan dipilih sesuai dengan kondisi lapangan yang akan digunakan dalam pertandingan berikut. Kami lalu diajak naik ke tempat duduk tribun yang paling tinggi. Tour diakhiri dengan masuk museum ajax. Disini ada berbagai memorabilia seperti replika piala-piala dan kostum. Ada 2 booth khusus untuk memorabilia dari Johan Cruyff dan Marco van Basten. Ada juga theater kecil untuk melihat highlight Ajax. Setelah itu kita dapat membeli berbagai merchandise dan kostum asli ajax di ajax fans shop.

Amsterdam Arena & World of Ajax Tour

Madurodam
Terletak di dekat Den Haag, tempat ini adalah taman miniatur dari negeri Belanda. Hampir seluruh bangunan penting ada replikanya disini. Yang mengesankan adalah pesawat terbang, kapal laut, kereta, dan mobil semuanya bergerak di jalannya masing-masing. Pembuatan bangunannya juga detil, termasuk katedral dan bangunan kuno dengan ukiran-ukirannya.

Madurodam

Tempatnya sih tidak terlalu besar, dalam 2-3 jam kita sudah dapat melihat semuanya. Jadi kalau tidak sempat menjelajah seluruh Belanda, minimal sudah dapat berfoto dengan replikanya disini. Saya diajak berkunjung ke Madurodam oleh teman-teman ITB (Saoer-Patsy, Rihard-Susy, & Nanda) yang sekarang sedang bekerja atau kuliah di Belanda (Thanks ya!)

Pantai Scheveningen
Lokasinya tidak jauh dari Den Haag. Salah satu pantai favorit di Belanda (kata teman saya yang tinggal disana), tapi karena Indonesia punya banyak pantai yang lebih indah, jadinya menurut saya sih biasa saja. Yang menarik hanya istana pasir raksasa dan jejeran kafe di sepanjang pantai untuk tempat nongkrong. Tapi yang patut diacungi jempol adalah kebersihannya.

Scheveningen

Ada juga bungee jumping dari crane bagi yang berminat memacu adrenaline. Oh ya, satu hal yang berbeda, pasir disini sangat halus dan tidak lengket di kaki dan pakaian. Hanya perlu dikebas maka pasir sudah lepas dari kaki dan celana kita.

Amsterdam, Volendam, dan Leiden

Jalan-jalan di seputaran Amsterdam juga cukup menarik. Saya cukup banyak menghabiskan waktu menyusuri kanal untuk mengambil gambar. Pemandangannya sangat khas. Bagi yang suka seni ada banyak museum seperti Madame Tussauds, Van Gogh, dan Anne Frank House. Saya sempat masuk ke Rijkmuseum dan melihat lukisan terkenal “Night Watch” serta rumah boneka yang sangat bagus, tapi hanya bisa dilihat disana karena dilarang untuk foto di dalam museum.

Amsterdam

Dam Square yang terletak tidak jauh dari stasiun ramai menjadi tempat orang duduk-duduk. Disini saya banyak melihat hal-hal unik seperti orang-orang yang memakai kostum aneh, ada juga turis mabuk yang berkelahi dengan polisi, pengamen jalanan, dll. Di tempat ini juga banyak terdapat sekali burung merpati yang bebas berkeliaran.

Dam Square

Volendam adalah desa nelayan sekitar 1 jam perjalanan dengan mobil dari Amsterdam. Disini banyak stand makanan yang menjual makanan khas belanda berupa ikangoreng dan ikan herring. Yang biasanya menjadi favorit turis adalah berfoto dengan pakaian khas volendam. Di sebuah toko foto yang ramai saya sempat melihat foto-foto orang terkenal Indonesia seperti mantan presiden Megawati dan Gus Dur, serta beberapa artis Indonesia. Walau kotanya kecil tetapi bangunan dan jalannya sangat khas.

Saya hanya sempat berada beberapa jam saja di Leiden karena ada janji meeting dengan seorang profesor di Universitas Leiden. Bangunan universitasnya sendiri tersebar di beberapa gedung dan masih dalam bentuk bangunan klasik. Kotanya sendiri tidak terlalu ramai namun indah.

Volendam & Leiden

Dalam serial ini :

Belanda Part 1 (Persiapan) https://djax.wordpress.com/2009/11/06/perjalanan-ke-belanda-part-1-persiapan/

Belanda Part 2 (Transportasi & informasi) https://djax.wordpress.com/2009/11/11/belanda-part-2-transportasi-informasi/

Belanda Part 4 (Makanan) https://djax.wordpress.com/2009/12/07/belanda-part-4-makanan/

Belanda Part 5 (Shopping oleh-oleh) https://djax.wordpress.com/2009/12/11/belanda-part-5-shopping-oleh-oleh/

One Response to Belanda Part 3 (Jalan-Jalan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: