Belanda Part 4 (Makanan)

Selama perjalanan, satu hal yang penting lagi adalah makanan.
Di daerah sekitar stasiun Amsterdam Central & Kalverstraat bertebaran restoran dan cafe dari yang murah sampai yg cukup mahal. Tapi hati-hati jika ingin masuk cafe atau restoran di Amsterdam. Perhatikan baik-baik lambang atau tanda di depan restoran tersebut. Jika di pintu atau jendela cafe terdapat gambar jamur besar, maka artinya tempat itu adalah restoran atau cafe yg menjual ganja (legal di Amsterdam). Jika ada asesoris bendera garis-garis horisontal warna pelangi maka artinya itu adalah tempat mangkal kaum gay. Jangan sampai salah masuk ya.

Makan pagi selama di Belanda selalu saya beli di stasiun Amsterdam Central. Disana ada Albert Heijn, Hema, serta beberapa toko roti lainnya. Semuanya sudah siap saji, jadi tinggal diambil & bayar saja. Saya sempat mencoba berbagai sandwich. Ada yang enak, ada juga yang kejunya bau dan rasanya aneh menurut lidah saya. Ada juga berbagai jenis pastry seperti sosisbroodje, verkedelbroodje, roti keju, dll. Harga roti-roti ini berkisar 1.5 sampai 4 euro. Di tempat-tempat ini juga menyediakan susu, kopi, dan jus buah.

Sosis broodje & jus buah dari Albert Heijn

Karena rekan seperjalanan saya memiliki perut nasi sejati, yang belum kenyang kalau belum diisi nasi, maka dia jadi pelanggan setia wok to walk (www.woktowalk.com) setiap malam. Konsepnya adalah kita pilih satu bahan pokok (nasi, mie), satu atau lebih lauk (sapi, ayam, udang, babi, tahu, broccoli, jamur, dll), dan satu saos (pedas, asam manis, saus tiram, teriyaki, dll). Lalu si koki akan menggoreng pilihan kita dengan tambahan sedikit sayur hijau & toge. Harganya cukup murah, sekitar 7-8 euro per porsi. Makanannya disajikan dalam kardus segiempat siap untuk dimakan di tempat atau dibawa pulang. Rasanya enak. Wok to walk ini ada 4 cabang di Amsterdam. Karena cukup populer, saya lihat ada beberapa tempat mencoba meniru dengan konsep yang serupa & nama yg mirip. Tempat yang kami kunjungi selama di Amsterdam adalah cabang di Kolksteeg 8.

Di sebelah wok to walk di kolksteeg ini ada kedai hamburger. Ukuran dagingnya ada tiga pilihan (dalam gram). Rotinya juga bisa kita pilih mau white bread, roti gandum, atau roti italia. Saus juga ada beberapa pilihan. Mereka juga menyajikan kentang goreng dengan berbagai saus (garlic, mayonaise, barbecue, dll). Harga satu paket burger ukuran kecil dan kentang sekitar 5 euro. Burger ukuran kecil disini itu sama dengan burger ukuran standar di Indonesia. Burger yang porsi besar dagingnya berukuran kalau tidak salah 250 gram, jadi sudah ukuran steak.

Di sekitar hotel juga ada banyak rumah makan steak argentina. Untuk menu steak harganya relatif tidak mahal, sekitar belasan euro. Saya sempat mencicipi ribs disana. Ribsnya porsi luar biasa besar, sekitar 15 potong rusuk. Masih ditambah kentang goreng & salad. Ditambah dengan segelas heineken, total bill tidak sampai 20 euro
Porsi makanan disini memang luar biasa besar. Contohnya adalah burger dari burger king di foto ini.

Ukuran burger dari Burger King

Di daerah sekitar stasiun ini juga ada beberapa rumah makan Indonesia, tapi harganya yang tidak tahan. Satu porsi nasi goreng seharga 21 euro? Tidak rela deh. Ada satu rumah makan Indonesia namanya Kantjil & Tiger, kata teman saya porsinya ukuran kancil tapi harganya macan🙂

Saya juga sempat makan di kantin ikea. Saya mencoba menu andalan ikea, yaitu meatball. Jumlahnya cukup banyak, ditambah kentang goreng sudah sangat mengenyangkan. Harga tepatnya saya lupa tapi pasti tidak lebih dari 6 euro.

Teman-teman alumni ITB sempat mengajak saya makan di chinese food di Den Haag. Menurut mereka tempat ini sangat terkenal & rasa makanannya istimewa. Tempatnya memang ramai & harus reservasi jika ingin dapat tempat di jam makan. Sayang saya lupa nama restorannya. Maklum, terlalu excited ngobrol dengan teman-teman lama.

Chinese food restaurant di Den Haag

Teman ayah saya yang tinggal di Belanda juga sempat mengajak saya ke McDonald’s  yang terletak persis di tepi landasan pacu Bandara Schipol. Banyak orang yang makan disini untuk melihat pesawat yang mendarat & lepas landas dari jarak hanya ratusan meter.

Mc Donald's dekat landas pacu Schipol

Mereks juga mengajak saya mencicipi restoran makanan Indonesia di dekat rumah mereka di Hoofdorp. Rasanya lumayan, walau bumbunya sedikit berbeda. Disini juga menjual berbagai bumbu Indonesia serta indomie!

Restoran Indonesia di Hoofdorp

Untuk snack, yang patut dicoba adalah kentang goreng serta kibbeling (potongan ikan goreng tepung dengan saus tartar). Kentang goreng disajikan dengan berbagai saus seperti saus tomat, garlic butter, barbeque, tapi yg khas disini adalah mayonaise. Porsi small kentang goreng disini lebih besar daripada porsi large di KFC atau McD di Indonesia.

Selain itu ada juga chainstore febo, yang menjual snack siap saji seperti kroket, perkedel, burger, dan ayam goreng. Makanan dijajakan di rak lemari kaca lengkap dengan harganya (2-4 euro). Kita tinggal memasukan koin untuk bisa membuka kompartemen makanan yg kita ingin beli.
Di setiap stasiun juga banyak terdapat vending machine yg menjual minuman, coklat bar, serta stroopwafel. Jadi cukup aman lah dari kelaparan.

Dalam serial ini

Belanda Part 1 (Persiapan) https://djax.wordpress.com/2009/11/06/perjalanan-ke-belanda-part-1-persiapan/

Belanda Part 2 (Transportasi & informasi) https://djax.wordpress.com/2009/11/11/belanda-part-2-transportasi-informasi/

Belanda Part 3 (Jalan-jalan) https://djax.wordpress.com/2009/11/28/belanda-part-3-jalan-jalan/

Belanda Part 5 (Shopping oleh-oleh) https://djax.wordpress.com/2009/12/11/belanda-part-5-shopping-oleh-oleh/

3 Responses to Belanda Part 4 (Makanan)

  1. Andika says:

    Masak sendiri lebih enak…yuk nyicipin masakan istri saya…

    • djax12 says:

      Kalau lagi tugas atau jalan-jalan repot juga Pak kalau masak sendiri
      Bapak di Belanda? Kalau ada rejeki lagi ke Belanda boleh mampir nih🙂

  2. Andrew says:

    Coba pergi ke restaurant srikandi di Den Haag juga pak,
    ini infonya

    Restaurant Srikandi Den Haag

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: