Singapore Chicken Rice @ Hayam Wuruk

Hari Minggu 7 Maret 2010 jemput Mom untuk makan siang bersama. Karena Mom tidak mau pergi jauh-jauh maka akhirnya kami putuskan untuk cari restoran di daerah kota. Setelah diskusi singkat kami sepakat untuk makan nasi hainam. Di daerah kota ini bertebaran banyak sekali restoran nasi hainam. Akhirnya pilihan jatuh pada Singapore Chicken Rice di Jl Hayam Wuruk 125 (dekat Hotel Mercure) karena kami belum pernah makan disana, jadi sekaligus uji coba.

Kami tiba sekitar jam 11 siang dan restoran masih tampak kosong. Setelah duduk kami langsung ditawari apakah ingin menggunakan kursi anak, dan disuguhi sepiring kecil kacang (tidak masuk bon loh) yang dihabiskan sendiri oleh si bocah.

Untuk menu utama ada pilihan nasi hainam dengan berbagai side dish, berbagai jenis mie, dan berbagai jenis bubur. Untuk lauk ada udang, ikan, sapi, ayam, bebek, tahu, sayuran, dll. Tersedia juga beberapa jenis dimsum. Di menu kami tidak melihat ada pork. Untuk chinese barbecue hanya ada pilihan ayam dan bebek.

Menu yang kami pesan hari itu adalah :
Paket nasi hainam ayam kampung (+clear soup)
Paket nasi hainam bebek panggang (+clear soup)
Beef mui rice with gravy sauce (nasi putih diganti hainam)
Lumpia seafood
Tahu ala Singapore (small)
2 es teh
1 es jeruk nipis
Total + tax Rp 172.700

Makanan yang kami pesan

Tadinya mau pesan bubur ikan, tapi ternyata jam 11an buburnya belum matang.

Ayam rebus dan bebek panggang hadir dalam bentuk fillet (tanpa tulang).

Tahu untuk tahu singapore menurut pelayannya buatan sendiri. Teksturnya halus, empuk, disajikan dengan daun bawang dan daging ayam cincang. Sausnya agak manis.

Nasi hainam cukup harum dan porsinya lumayan mengenyangkan. Beef mui rice tidak seindah gambar di buku menu. Isinya irisan daging sapi, sayur hijau, irisan wortel, irisan jamur, dan irisan jagung muda. Dagingnya cukup banyak.

Lumpia seafood renyah dan tidak berminyak.

Secara keseluruhan menurut saya rasa termasuk baik, hanya saja bebek panggang sangat standar. Yang aneh adalah urutan penyajian makanan. Yang datang pertama adalah nasi hainam polos, lalu lumpia seafood lalu beef mui rice, lalu tahu singapore, baru ayam rebus, bebek panggang, dan terakhir kuah. Bukankah seharusnya ayam rebus, bebek panggang, dan kuah bisa disajikan pertama bersama nasi hainam karena sudah siap saji? Kok bisa keluar menu yang harus dimasak dulu ya? Bingung juga.

Pelayan restoran relatif baik dan helpful untuk kelas restoran ruko. Bahkan ada beberapa yang mengajak anak kami ngobrol dan bercanda. Mereka juga terima pembayaran dengan kartu kredit visa & master (tidak bisa BCA card & debit BCA).

Kalau lihat alamat di buku menu sih mereka juga buka di eat & eat MKG dan Emporium Pluit.

Pengalaman keseluruhan baik, kunjungan ulang sangat mungkin, hanya rasanya kok relatif lebih mahal dibanding nasi hainam lain di daerah kota ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: