Kenanganku akan Embah Gesang

Part 1

Selasa, 18 Mei 2010

Tiba-tiba telpon kantor berdering : Pak Gesang meninggal! Ada di TV!

(panic mode on)

Coba telpon beberapa keluarga Pak Gesang di Solo, nada sibuk dan tulalit semua

BBM, telpon, dan sms terus masuk mengabarkan Pak Gesang meninggal

Langsung telpon ke travel, booking tiket Rabu pagi ke Solo.

Setelah 20 menit akhirnya tersambung dengan cucu keponakan Pak Gesang di Solo “Kabarnya keliru Mas. Memang dipindah ke ICU tapi kondisi masih stabil”

Telpon ke travel lagi, batalin booking tiket.

Part 2

Kamis, 20 Mei 2010

Sore hari, telpon dengan cucu keponakan Pak Gesang di Solo “Kondisi drop, keluarga sudah pada kumpul di rumah sakit”

Beberapa menit kemudian dapat kabar “Pak Gesang sudah meninggal”. False alarm lagi? I hope so.

Confirm ke keluarga di Solo, ternyata benar, Pak Gesang telah berpulang pada Pk 18.10

Shock… disbelief… Really? He looked quite healthy when I met him 2 weeks ago.

Reality started to settle in. Booking tiket pesawat ke Solo, tapi untuk PresKom dan GM PMP. Aku harus tinggal di Jakarta untuk jaga pos.

Balik ke kantor lagi. Telpon kantor dan handphone gantian berdering. Ada yang minta konfirmasi, ada dari media minta jadi narasumber

Terkenang-kenang

Akhirnya malam itu tidak bisa tidur, begitu banyak cerita dan kenangan tentang Embah Gesang yang terus berputar di pikiranku. Kesederhanaannya, semangatnya, kecintaannya pada keroncong, hidupnya yang tidak pernah terikat pada materi. Rasanya sulit dipercaya beliau akhirnya telah berpulang.

Selamat jalan Embah Gesang. Kecintaanmu pada keroncong telah mempengaruhiku sehingga sekarang aku bisa menikmati lagu-lagu keroncong, terutama karya-karyamu dengan kata-kata sederhana yang mudah dicerna namun kaya akan makna. Teringat kembali saat-saat dimana engkau dengan penuh semangat menceritakan pada kami latar belakang dan arti lagu-lagumu. Engkau sekarang tidak lagi bersama kami, namun karyamu tetap tinggal sebagai warisan abadi bagi bumi pertiwi.

Bergema terus di telingaku, pesan yang tak henti-hentinya engkau sampaikan pada banyak kesempatan “KERONCONG JANGAN SAMPAI MATI”.

Jakarta 1982

Great Wall 1996

Solo 2004

Jakarta 2005

Solo 2007

Taman Gesang – Solo 2007

Solo, 2008

Solo, awal Mei 2010

9 Responses to Kenanganku akan Embah Gesang

  1. sety says:

    halo Djak,
    turut merasakan kesedihan hatimu.
    semoga semua menjadi dorongan kebaikan.

    btw, fotomu yang paling atas itu culun sekali, kamu masih kecil ya…

    Gb

  2. Saya mwakili segenap rakyat NTB , mengcapkan “Turut Berduka Cita”.

    Wahhh…dari foto2 ini kita bisa melihat perkembangan kualitas cetak foto di Indonesia.🙂

  3. rud says:

    halo djax, wah pasti berat ditinggalkan org yg cukup berarti dalam hidup.
    aku termasuk yg kagum atas kiprah beliau dlm jagad keroncong ..
    semoga muncul kaum muda yg mau berkiprah didunia keroncong. salam

    • djax12 says:

      Terima kasih Bang.
      Semoga regenerasi keroncong baik penyanyi, pemusik, maupun pencipta lagu dapat berlangsung dengan baik.

      • sety says:

        maaf, itu ‘rud’ sapa ya… kok gak muncul ya linknya, punya juga gak muncul….😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: