Dongeng Sebelum Tidur

Entah bagaimana awalnya, sudah hampir setengah tahun terakhir ini si bocah selalu minta dongeng sebelum tidur. Macam-macam kisah sudah diceritakan malam demi malam, mulai dari dongeng klasik (Indonesia & internasional), cerita dari kitab suci, sampai akhirnya harus mengarang bebas on the spot karena kehabisan cerita.

Dua malam terakhir ini sedang dilakukan uji coba cerita karangan bebas dengan muatan tema “kalau sedang pergi, jangan lari-lari atau jalan sendiri hingga terpisah dengan orang tua”.

Malam pertama diceritakan tentang gadis kecil yang membawa anak anjingnya berjalan-jalan di taman. Ceritanya sebenarnya panjang, tapi singkatnya saja.

Karena melihat anak anjing lain yang sedang bermain, anjing kecil itu lari meninggalkan si gadis kecil sehingga akhirnya tersesat di taman. Anjing itu lalu dikerjar-kejar dan hampir ditangkap oleh anjing besar yang galak, tapi lalu ditolong oleh seorang nenek yang lalu mempertemukannya lagi dengan gadis kecil. Diceritakan pula bahwa anjing kecil dan gadis kecil itu sama-sama saling mencari dan menangis karena terpisah.
Cerita ini ditutup dengan pesan agar kalau sedang pergi jangan lari sendiri karena akan berbahaya kalau terpisah.

Besok sorenya coba di-review

Me : Kemarin malam diceritain apa?

Boy : Anjing kecil dikejar-kejar anjing besar. Anjing besarnya galak

Me : Kenapa bisa sampai dikejar?

Boy : Kenapa Papa?

Me : Ingat ngga?

Boy : Ngga…

Nah luh .. pesannya belum sampai nih

Malamnya dicoba lagi. Kali ini ceritanya tentang anak bebek yang jalan-jalan dengan Papa & Mama bebek di pinggir sungai. Karena melihat belalang yang melompat-lompat, si anak bebek lalu mengejarnya hingga terpisah dari papa & mamanya. Anak bebek lalu sempat ditangkap oleh seorang anak nakal dan mau digoreng, namun akhirnya ditolong oleh seorang ibu dan dikembalikan ke papa & mamanya.
Sekali lagi cerita ini ditutup dengan pesan agar kalau sedang pergi jangan lari sendiri karena akan berbahaya kalau terpisah.

Sorenya coba di-review lagi

Me : Kemarin malam diceritain apa?

Boy : Anak bebek

Me : Anak bebeknya kenapa?

Boy : Lari-lari terus ditangkap anak kecil, mau digoreng.

Me : Jadi digoreng ngga?

Boy : Ditolongin sama ibu

Me : Kenapa anak bebek bisa ditangkap sama anak kecil yang nakal?

Boy : Kenapa Papa?

Me : Anak bebek lihat belalang lompat-lompat. Terus  anak bebeknya kemana?

Boy : Anak bebeknya lari-lari sendiri

Me : Ngga sama papa mamanya ya?

Boy : Iya

Me : Kalau lagi pergi boleh lari-lari sendiri ngga?

Boy : Ngga

Me : Kenapa?

Boy : Nanti bisa hilang

Me : Jadi harus bagaimana?

Boy : Harus sama papa mama

Fiuh … akhirnya pesannya sampai juga. Tapi sepertinya harus di-refresh secara rutin nih supaya tidak lupa🙂

One Response to Dongeng Sebelum Tidur

  1. setyabud says:

    wah, ini fase mello yang sangat krusial. dongeng itu sangat besar pengaruhnya bagi cara berpikir, imaginasi, keyakinan, dst…. silakan lebih banyak ndongeng yang inspiratif, lebih baik lagi nilai-nilai berdasarkan lima jaminan (dosa, kesadaran, dst)…. selamat berkarya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: