Hobby Koleksi Kartu Basket

Koleksi kartu basket. Hmm, ini hobby yang bagi sebagian orang asyik dan bagi sebagian orang lagi buang-buang duit. Hobby memang begitu kan? Bagi yang suka, rela mengeluarkan waktu dan uang untuk hobbynya itu, tapi buat yang ngga suka dibilangnya buang-buang uang dan waktu.
Tapi sebaiknya orang memang punya hobby, kalau tidak rasanya hambar deh.

Jordan & Shaq

Hobby saya untuk koleksi kartu basket dimulai tahun 1991, waktu SMP. Awalnya sewaktu ke toko kaset Music Plus di Sarinah Thamrin, tidak sengaja lihat ada bungkusan kartu basket yang dijual di meja kasir. Kebetulan waktu itu hobby olahraga juga sedang beralih dari sepakbola ke basket, jadi tertarik untuk beli dua bungkus. Waktu itu sama sekali tidak ngerti tentang harga, kartu langka, dll. Senang aja bisa punya kartu bergambar pemain NBA yang ada informasi tentang pemainnya juga.
Setelah itu ada kakak sepupu yang tinggal di Amerika titip oleh-oleh buat saya 2 set kartu basket pemain Indiana Pacers dan LA Clippers. Tahun berikutnya mulai banyak toko yang jual kartu basket di Jakarta dan saya mulai beli sedikit-sedikit hasil nabung uang jajan. Tahun 1993 waktu jalan-jalan ke Singapore ngga sengaja ketemu satu toko yang jual macam-macam merek kartu basket (banyak yang belum masuk Jakarta) dengan harga yang jauh lebih murah. Alhasil uang saku jalan-jalan banyak dipakai untuk ngeborong kartu. Total kartu yang dibawa pulang waktu itu mungkin sekitar 400-500 lembar.
Waktu itu karena beli banyak, banyak juga kartu yang double. Dan karena belum ngerti harga dan nilai kartu, ada teman minta dikasih aja (belakangan tahu ada yang nilainya $25 nyesek juga).

Seiring waktu semakin banyak toko yang jual kartu basket di Jakarta, salah satu pusatnya adalah toko Ultra Shop di Citraland. Disanalah para penggemar berat kartu basket sering ketemu untuk beli dan trade kartu. Lalu akhirnya masuk juga majalah Beckett Basketball, yang isinya panduan tentang koleksi kartu basket, mulai dari ulasan produk, kisah para kolektor, dan yang paling penting daftar harga kartu. Akhirnya tahu juga deh nilai-nilai kartu yang selama ini dimiliki dan terbuka juga mata tentang kartu-kartu langka yang ada di pasaran. Maklum, waktu itu belum jaman internet, jadi semua informasi dari luar negeri masih melalui media cetak.

Majalah Beckett

Rookie Card

Kuliah di Bandung, hobby ikut diboyong juga, malah nularin ke beberapa teman2. Akhirnya yang satu malah buka counter toko kartu basket di toko buku Qita. Selain teman, adik sepupu juga ikut tertular, dia malah lebih parah, sampai sekarang malah jadi salah satu pedagang besar kartu basket yaitu Andrie (www.kolektorz.com). Ada satu teman lagi yang ikut kena wabah dan sempat vakum, tapi belakangan mulai koleksi lagi dan sekarang malah akhirnya jadi salah satu pedagang besar juga pemuas dahaga penggemar box breaking di Indonesia, yaitu Edward (www.nimitz-collectibles.com)
Selama di Bandung koleksi kartu berkembang pesat berkat “bantuan” counter kartu Mr. Goto dan juga hasil nongkrong sore-sore sesama kolektor di depan sekolah Aloysius.

Walau awalnya koleksi semua pemain, akhirnya saya fokus ke pemain favorit saya, John Stockton. Untuk mengejar koleksi Stockton di jaman pra e-bay cukup sulit. Ikut milist sana sini akhirnya kenal orang di Amerika, sempat beli Rookie Card Stockton. Waktu itu belum ada paypal jadi bayarnya pakai bank draft. Sempat juga baca di majalah tentang super collector Stockton, Chris DeAngelis, orang amerika juga. Koleksi dia mengerikan banget, tahun 90an aja udah ribuan kartu. Bukan cuma kartu Stockton aja yang dia kejar, tapi semua kartu yang ada gambar Stockton (misalnya kartu Michael Jordan yang di gambarnya lagi dijaga sama Stockton). Sama dia sempat barter beberapa kartu.

Selected Stockton's Card

Sewaktu krismon 1997, terpaksa koleksi kartu distop karena harganya naik ngga karuan. Hampir semua toko kartu basket di Indonesia tutup waktu itu. Kondisi ini berjalan sampai beberapa tahun. Tahun 2000an sempat ketemu beberapa toko di Jakarta yang jual kartu basket lagi. Sekedar nostalgia kadang-kadang beli satu-dua bungkus sekedar mau tahu kartu yang baru modelnya seperti apa.

Kalau kartu jaman dulu pertama-tama cuma print warna biasa, lalu di tahun 90an mulai muncul kartu hologram, refractor, holoview, 3D. Kartu yang ada authorized signature pemain juga belum banyak. Setelah tahun 2000 cetakan kartu premium makin banyak, disusul dengan unsur “memorabilia” yaitu tanda tangan pemain, potongan kostum yang pernah dipakai, atau potongan lapangan yang pernah dipakai. Semuanya dalam bentuk limited edition dengan nomor urutnya masing-masing. Satu lembar kartu basket yang langka dan dalam kondisi sempurna (grade 10) bisa terjual sampai ribuan bahkan puluhan ribu US$ tapi kartu reguler pemain yang kurang ternama kadang bisa dibagi-bagi gratis karena nilainya sangat rendah.

Kartu Vintage tahun 1970-an

Autograph di atas patch, Autugraph kartu lama, Graded card

Kemasan Box Kartu Basket

Sampai akhirnya mulai sekitar tahun 2009 koleksi kartu basket di Indonesia mulai bangun lagi, terutama berawal di kaskus, sampai akhirnya terbentuk sebuah komunitas yang dinamakan IBCC -Indonesian Basketball Card Community (facebook : IBCC, twitter : @IndoBCC). IBCC ini dimotori oleh Budhi Purnama (@bpurnama32), seorang “Karl Malone super collector”.  IBCC ini telah berulang kali mengadakan gathering untuk main basket bersama yang sekaligus menjadi ajang jual beli & tukar kartu basket serta box breaking. Salah satu gathering IBCC di bulan Juni 2011 diliput oleh JakTV.  Ternyata komunitas kolektor kartu basket di Indonesia masih aktif dan jumlahnya cukup besar, dan yang lebih hebat lagi, kartu koleksinya banyak yang “sakti”. Dari komunitas ini banyak kolektor lama yang bangun lagi dan kolektor baru juga berdatangan.

IBCC Gathering Juni 2011 di Pluit

Terkadang ada juga kesempatan untuk bertemu langsung dengan pemain NBA dan meminta tanda tangan mereka di atas kartu. Kartu seperti ini nilainya tidak pasti karena tanda tangannya tidak certified, tapi bagi pemilik kartu yang bertemu pemain dan meminta langsung tanda tangan mereka, kartu tersebut tak ternilai karena memiliki nilai historis bagi dirinya

Hasil Perburuan di ajang NBL vs USA Legends

Kartu basket jadi alat investasi, bisa juga sih, asal jangan invest di pemain yang salah. Harus bisa menganalisa pemain mana yang berpotensi jadi bintang. Selain itu, seperti saham, juga harus tahu kapan harus beli dan kapan harus jual, karena nilai kartu, terutama pemain yang masih aktif bermain juga bisa berfluaktuasi sesuai penampilan dan popularitas dia. Kalau pemain yang sudah pensiun harganya biasa relatif stabil.

3 Responses to Hobby Koleksi Kartu Basket

  1. Aad says:

    Boleh tau mr.goto di bandung dimana ya?kl becket masih bisa dibeli dimana ya?

  2. adit says:

    koleksi kartu basket gua sekitaran tahun 80 sampe 90 an ……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: